Mowned

Mowned
My Gadget Timeline

Minggu, 10 November 2019

An inconvenient truth


Indonesia adalah Jakarta
Saya dulu setuju bahwa Indonesia bukan hanya Jakarta. Tapi hari ini berubah. Indonesia adalah Jakarta. Jakarta adalah Indonesia.
Dulu saya kira Jakarta hanyalah kota dengan 10 juta penduduk. Saya heran, dengan penduduk hanya 10 juta tapi ekonominya paling menonjol di Indonesia yang memiliki 240 juta penduduk.
Ternyata saya salah.
Sama seperti Solo yang kenyataannya adalah Surakarta. Solo hanya memiliki 500–600.000 penduduk. Namun dengan kabupaten disekitar (satelitnya) total penduduk ber KTP karesidenan Surakarta adalah 6.2 juta. Ada Sragen, Karanganyar, Sukoharjo, Wonogiri, Klaten, dan Boyolali. Selain Kota Surakarta.
Jakarta
Jakarta adalah Jabodetabek. Yaitu jakarta plus kota satelit. Mereka menjadi satu, tak terpisah. Secara ekonomi dan kekuatan mereka adalah satu.
Berapa penduduk Jabodetabek? 50 juta. Jakarta adalah penduduk dengan 50 juta penduduk. Bukan 10 juta. Karena kenyataannya Jakarta adalah Jabodetabek.
Bahkan, yang menggerakkan ekonomi Jakarta ada sekitar 25 juta Penduduk tambahan. Yaitu mereka yang sehari-hari hidup di Jakarta namun KTP nya bukan Jabodetabek.
Total ada 70–80 juta orang Indonesia yang sehari-hari berada, hidup dan bekerja di Jakarta.
Data ini semakin kuat jika anda tahu bahwa setahun 60 juta orang menggunakan Bandara Soekarno Hatta.
Solo saja hanya 3 juta penumpang setahun. Seperduapuluhnya.
Bisa jadi ada 100–120 juta orang yang kenyataannya hidup di Jakarta sehari-hari. Terbukti saat lebaran tiba, Jakarta sepi. Orang ber KTP selain Jabodetabek kembali ke tempat masing-masing.
Namun angka konservatifnya, adalah 75 juta.
Rasio
Penduduk Indonesia 250 juta. 75–100 juta alias 1/3 nya sehari-hari hidup di Jakarta.
Jelaslah ekonomi Indonesia adalah Jakarta. Politik Indonesia adalah Jakarta.
Indonesia adalah Jakarta.


Tulisan diatas adalah jawaban dr. Yudisthya Ksyatria SpOG di Halaman Quoranya.

Kenapa ini jadi entri baru?

Karena baru beberapa jam sebelumnya ada komentar terhadap "sepinya" publikasi TDS 2019 di Halaman Twitter saya.

Bisa dilihat, Tweet saya bukanlah subjektivitas personal, melainkan realita objektif, yang orang di pulau lain juga merasakannya.

Ini sudah jadi sebuah realisasi semenjak peristiwa pemadaman mendadak sebagian besar Jabodetabek dan sekitarnya beberapa bulan silam. Betapa apa yang sudah bertahun-tahun menjadi keseharian di pedalaman & kota-kota perifer, dianggap bencana nasional oleh mereka di ibukota.

Ya, suatu insiden lokal namun disuarakan seolah nasional. 

Tak perlu lagi malu maupun kesal. Terima saja realita.

Indonesia ~ Jakarta. That's it & that's all.

Senin, 04 November 2019

Setelah +- 6 tahun

Bingung mau mengawalinya darimana

Dari hal terakhir yang baru terjadi saja kali ya

Menulis menggunakan gaya baku karena sudah terbiasa di Quora. Makanya mohon maaf bila membacanya kurang nyaman

Mengapa baru sekarang menulis lagi? Mungkin karena momentumnya pas. Baru semalam beli domain, dan siang ini sudah ada yang harus dituliskan biar bisa lepas dari beban pikiran

.

.

Sebelumnya mungkin bisa diawali dari kerjaan 3 tahun terakhir sebagai manajer kasus klinis / pelayanan pasien di RSUP kota kelahiran

sebagai lulusan kedokteran, tentunya peran nonmedis sekalipun masih relevan selama ada kata "klinis" dan "pasien"

Nah di kantor, kerjaan nonmedisnya terfokus di memeriksa resume pasien pulang, suatu tupoksi sekunder yang menjadi primer dalam beberapa bulan terakhir

Berarti yang dulunya primer apa? Melakukan skrining / asesmen terhadap perlukah pasiennya di manajeri terhadap seluruh pasien datang

.

.

Sejak istri dirut mendisposisikan sebuah laptop sebagai media pemeriksaan e resume, makanya yang tadinya sekunder jadi primer

Mengapa tidak pakai laptop sendiri? Bukankah sekarang eranya BYOD?

Katanya sih, karena programnya tidak bisa diinstalkan di laptop lain

Maka dari itulah kami bersepuluh dibagikan satu persatu, kecuali di ruangan ini dimana kami berdua namun laptopnya hanya satu

.

.

Nah, pemakaian bersama ini menyebabkan laptopnya tidak bisa disimpan sendiri, sekalipun memang tidak bisa dibawa pulang. Karenanya, dibelilah gembok khusus untuk membuatnya tidak bisa dibawa sekalipun dibiarkan diluar laci.

Karenanya, banyak tangan lain yang membiasakan diri ikut memakainya. Seperti para pembuat e resume, yaitu PPDS.

Terjadilah beberapa hal seperti pengisi daya yang hilang (sehingga harus diganti dengan uang sendiri), juga masalah pada touchpadnya sehingga harus dibelikan mouse, lagi-lagi dengan uang sendiri. Sebenarnya tidak masalah karena toh gemboknya tadi juga dibeli sendiri.

Selama berbulan-bulan, selalu terjadi perdebatan karenanya, terutama antara kami dengan PPDS. termasuk yang terjadi tadi pagi.

Karenanya, dicobalah bisa/tidaknya menginstalkan program tersebut di laptop pribadi.

.

.

Bisa.

Sederhana sekali, karena yang dimaksud progam bukanlah file EXE melainkan suatu web-app yang hanya bisa dibuka dengan koneksi Intranet. 

Dicobalah mengoneksikan laptop pribadi kesana, diikuti mengetikkan alamat web yang dimaksud.

Keberhasilan ini menjadikan laptop kantor tadi tidak perlu lagi dipakai berdua, dan bisa disimpan sendiri oleh rekan kerja.

.

.

Namun kenyataannya, pihak IT sangat tidak terima dengan apa yang mereka katakan sebagai suatu "pembobolan".

Padahal dengan melakukan hal tadi kepada laptop pribadi, antara laptop kantor dengan laptop pribadi tidak bisa dibedakan lagi.

Seperti tidak bisanya laptop pribadi untuk dikoneksikan ke Internet lagi.

Mereka tetap tidak terima dan bahkan mengancam seandainya hal tadi tetap dilakukan.

.

.

Akhirul kata, apa lagi gunanya?

"Pembobolan" yang seharusnya memudahkan, dianggap mengancam keamanan.

Investasi kepada laptop kantor tadi malah tidak dihargai.

Sesuka merekalah, sebagai pihak yang lebih dekat dengan dirut.

Meskipun istri dirut sendiri juga sudah dikirimi pesan.

Entah akan diabaikan, dikasuskan, atau diapakan lagi, tak usah lagi peduli.

Minggu, 06 Januari 2013

Navitel, Map Indonesia lengkap di Android Anda

Buat para pengguna android yang membutuhkan GPS alternatif untuk gadget android anda, mungkin anda bisa mencoba aplikasi GPS yang satu ini, namanya Navitel. Tertarik? Berikut Step by Step Install Navitel Dengan MAP Indonesia.

navitel
  1. Download dan install aplikasi Navitel Indonesia APK di gadget android anda. Versi Trial 30 hari dapat anda unduh dari Google Play, namun anda juga dapat mencari versi full (crack)-nya di http://adf.ly/GxM8i
  2. Jalankan Navitel nya, nanti anda akan di hadapkan dengan menu pengaturan bahasa, pilih yang inggris biar mudah di mengerti. Klo sudah, di exit navitelnya.
  3. Download Navitel MAP Indonesia. Map yang lengkap untuk Navitel dapat anda unduh dari http://adf.ly/GxMUb
  4. Ekstrak file MAP yang baru saja di download. Maka anda akan menemukan folder navitel.
  5. Copy semua file yang ada di dalam folder tersebut (*.nm2 / *.nm3), lalu paste di folder "NavitelContent/Maps" pada hp android anda.
  6. Jalankan Navitel nya, maka anda akan di hadapkan pada "indexing map", biarkan prosesnya hingga selesai.
  7. Voila, peta Indonesia lengkap dengan seluruh spot penting di suatu kota sekarang ada di Android anda! :)
Info : Untuk cek map terbaru, anda bisa kunjungi http://www.navigasi.net 

disadur dari sini dan sini

Jumat, 21 Desember 2012

Kisah nyata kejamnya penguasa kristen di Spanyol pasca runtuhnya kejayaan peradaban Islam disana...

sebuah nostalgia. andalusia, suatu daerah di spanyol pernah cemerlang gemerlapan disinari oleh nur islam. pada sat itu benar2 tumbuh nilai2 budaya dan peradaban dunia insani. Andalusia menjadi pusat sumbers egala sumber ilmu pengetahuan. filosof dan ilmuwan silih berganti bermunculan mewarnai kesegaran nafas islami. ilmu, budaya dan iman tumbuh dalam simbiosa mutualistis (saling menghidupi dan saling mengisi). semua itu tumbuh segar dari keaslian akar islam yang menyinari Andalusia yang tercinta ini.
akan tetapi apa lacur? entah bagaimana ceritanya,, ummat islam berangsur-angsur meninggalkan prinsip2 yang digariskan oleh ketentuan islam, dan mulai pudarlah sinar islam sampai titik kulminasi yang paling kritis. hari demi hari ummat islam mulai meninggalkan Andalusia dan tertinggal menjadi bulan-bulanan kebiadaban kaum kristiani yang ada di spanyol. situasi kehidupan ummat islam yang tertinggal makin hari makin tragis, dikoyak-koyak oleh kekejaman kaum kristiani. penguasa Kristen dispanyol muncul dalalm kekejaman dan kebengisan sepeti kesetanan. setiap muslim mulai orok sampai tua bangka dikejar, diteror, disiksa dan dibunuh dengan semena-mena tiada taranya. diantara ummat islam yang dikepung oleh kebengisan model Kristen itu adalah satu rumah tangga yang terdiri dari ayah, ibu dan anaknya laki-laki yang masih kecil. si anak itu, yang sekarang sudah menjadi ulama besar, sempat mengungkapkan tragedi yang dialami oleh keluarga sebagai berikut :
“saat itu aku masihkecil, dan masuk sekolah kristen. tanpa kusadari, apa yang kuperoleh dari sekolah kuceritakan kepada ayahku. banyak ayat dari kitab injil aku hafal. dengan bangga hal itu pun aku laporkan kepada ayah. setelah mendengar ini, tiba-tiba kulihat wajah ayahku menjadi pucat dan sekujur badannya gemetar. secepatnya ia meninggalkan aku menuju sebuah kamar pribadinya yang terletak paling ujung . ayah melarang keras siapa saja memasuki kamar pribadinya itu. mendekati saja tidak boleh. termasuk ibu dan aku sendiri. jadi aku sendiri tidak tahu apa yang diperbuat ayah dikamarnya itu. agak lama ia membenamkan dirinya di dalam kamar. beberapa jam kemudian setelah keluar dri kamarnya, kulihat kedua matanya merah seperti menangis sedu. terhadap pertanyaankau, ia selalu mengelak. sejak saat itu, ia suka memandang aku agak lama dengan wajah sayu yang penuh duka, sambil menggerakan bibirnya seperti membaca sesuatu dengan suara halus. kalau aku mendekati untuk mendengar apa yang ia baca, secepatnya ia berpaling dan pergi tanpa mengucap sedikit pun. aku membaca sesuatu yang aneh di raut wajah ayahku.
setiap pagi saat aku hendak berangkat ke sekolah, ibuku seperti berat melepaskan aku . wajahnya begitu murung, dan sambil mencucurkan air mata dipeluknya aku dan dicium berkali-kali.
baru saja aku dilepas dan kakiku melangkah kecil, ditariknya kembali dan dihujani peluk-cium lagi, sampai cucuran air matanya yang hangat membasahi mukaku. aneh bin ajaib. aku heran tak habis-habisnya, dan tidak faham latar belakang semua itu. kalau aku pulang dr sekolah, ibuku menyambutku dengan penuh mesra dan kerinduan, seolah-olah puluan tahun berpisah dengan anaknya. setiap otakku dipenuhi oleh teka-teki yang sukar dijawab.
ditengah2 kelesuan keluarga, sejak itu seirng kali kulihat kedua orang tua suka duduk berduaan seperti menghindari aku. mereka suka berbicara perlahan dan berbisik, tapi bukan dengan bahasa spanyol. aku menjadi bingung dan resah. bahasa mereka tak kukenal. setiap kali aku mendekati , mereka alihkan pembicaraannya dengan bahasa spanyol. dalam hatikku timbul prasangka dan dugaan, jangan2 aku ini hanya anak angkat dan bukan anak mereka sendiri. hatiku kesal , wajahku murung tak pernah cerah. aku suka menyendiri di suatu pojok, dan sering pula mengangis sendirian memikirkan semua teka-teki yang menyelimuti keluargaku ini. semua itu menimbulkan stigma (vlek) dalam hatiku. atau mungkin itu disebut ‘stress’.ataukah neurosa? entahlah yang jelas, sejak itu terasa ada kelainan dalam diriku, yang berbeda dari anak2 sebaya denganku. Aku lebih suka menyendiri, tidak ikut  main-main dengan anak lainya. Aku suka duduk merenung sambil menutup wajahku dengan kedua tangan. Aku ingin rasanya segera bisa menjawab teka-teki yang menyelimuti keluargaku. Pernah kualami, tiba-tiba saja pak guru menegur dan menggiring aku ke gereja. Aku jadi bengong.
Pada suatu hari ibuku melahrkan seorang bayi. Aku lari-lari memberitakan kepada ayah. Ayahku tidak tampak gembira, walau yang lahir itu orok laki-laki. Bahkan wajahnya terlihat sedih. Ketika ia melangkah hendak mengabari rahib tentang kelahiran anaknya itu. Ia kembali membawa rahib ke rumah dengan wajah merunduk ke  bawah. Wajahnya diliputi  putus asa penyesalan.
Kian hari kulihat wajahnya makin muram dan sorot matanya makin redup melayu. Hatiku makin tersayat pilu memikirkan penderitaan ayah ini. Aku tidak tahu apa yang mesti kukerjakan. Begitu berjalan berhari-hari.
Datanglah malam hari paskah. Kota granada tenggelam dalam kegemerlapan cahaya lampu yang beraneka warna, seperti Jannah dengan bau minyak wangi kasturinya. Geduang Alhambra gemerlapan memancarkan cahaya lampu warna-warni. Tiang-tiang salib terpancang megah di setiap halaman. Menara-menara nampak gemerlang mempesona oleh kedap-kedipnya lampu, dan terlihat gagah menjulang tinggi mencakar langit ditangah pesta malam yang gemrlapan itu, ayah membangunkanku. Seisi rumah sedang tenggelam tidur nyenyak.ayah menggiring aku ke kamar pribadinya yang ’suci’ itu. Hatiku berdebar-debar bercampur heran. Tapi aku bisa menahan menutupi perasaan getir itu. Setelah kita berdua masuk, ayah mengunci pintu rapat-rapat. Suasananya sangat gelap tanpa lampu, dan aku tertegun dalam kegelap gulitaan. Kemudian ayah menyalakan lampu kecil dan kulihat sekeliling kamar itu kosong melompong. Tak ada satu pun benda yang menarik untuk dilihat, kecuali selembar permadani yang terhampar, deretan buku di atas rak dan sebua pedang bergantung di dinding. Ayah menyuruh aku dengan isyarat supaya aku duduk di permadani. Ia terpaku diam memusatkan pandangannya yang tajam kepadaku. Ketajaman pandangannya menyebabkan suasana kamar yang sunyi itu bertambah angker. Bulu romaku berdiri dan angan-anganku itu terbang merana menembus kesunyian kamar itu tidak karuan kemana arahnya.aku tidak bisa membayangkan lagi apa yang kurasakan pada saat itu.tiba-tiba ayahkau dengan penuh kasih sayang memegang tanganku. Sambil meremas-remas jari-jari tanganku, terlontar deratan kata-kata dengan suara yang lembut mengesankan:
”wahai anakku,sekarang engkau sudah menginjak usia dewasa. Sudah 10 tahun lebih umurmu. Engkau sudah mejadi seorang remaja. Sudah saatnya aku mengungkap segala tabir rahasia yang kusimpan selama ini terhadapmu. hanya satu pintaku, sanggupkah engkau merahasiakan rapat-rapat pesanku ini. Engkau tidak boleh membocorkan pesanku ini, berarti engkau ekan melemparkan tubuh ayahmu ke tangan algojo-algojo yang berada di inkwisisi.”
Mendengar sebutan ’inkwisisi’ itu, bulu romaku berdiri dan sekujur badanku gemetar ketakutan. Aku tahu benar praktek inkwisisi itu, walu aku masih kecil.setiap hari aku berangkat ke sekolah, kulihat enganmata kepalaku sendiri sosok manusia yang bergantung di jalan-jalan raya, disalib, dibakar hidup-hidup. Kaum wanita di gantung rambutnya,di sayat kulitnya sampai berceceran semua isi perut, menyebarkan bau busuk menyengat di sekitar tempat gantungan. Aku terdiam dan tidak kuasa menahan rasa ngeri yang terbayang dalam benakku.
Mengapa engkau diam tidak menjawab? bisakah engkau menyimpan rahasia yang hendak aku sampaikan kepadamu? desak ayah. Aku menjawab setengah gemetar: ”bisa ayah.” ”rahasiakan walau terhadap ibumu sendiri dan terhadap sahabatmu yang dekat sekalipun.” tandasnya dengan penuh kesungguhan.”baik ayah, aku sanggup.”, jawabku meyakinkan. Ayah terlihat bingar, dan sambil menarik tangan ku ia berkata:
”baiklah, dekatkanlah dirimu kemari. Kau pasang telingamu lebar-lebar. Aku tidak berani bicara keras, karena dinding-dinding ini punya telinga dan bisa melaporkan aku ke Inkwisisi.” ayah menandaskan itu sambil menunjuk ke empat penjuru dinding. Kemudian ia berdiri mengambil sebuah kitab dan disodorkan ke muka mataku. ”tahukah engkau kitab ini, wahai anakku?”, tanyannya.”tidak ayah”. Jawabku. ”ini adalah kitabullah”, ia menandaskan. Kitabullah? maksud ayah kitab suci yang diajarkan isa anak tuhan?”. selaku dengan terheran-heran. ”bukan”. Jawab ayah dengan gemetar, ”ini adalah Al-Quran yang diturunkan allah yang maha esa, maha perkasa dan maha kuat.tiada bandingannya, tiada beranak dan tiada pula diperanakan, tidak ada sesuatupun setara dengan dia. Kitab ini diturunkan kepada makhluknya termulia dan terunggul, nabinya yaitu Muhammad bin Abdillah.” kubuka lebar-lebar mataku keheranan karena aku belum faham benar apa yang dimaksud ayahku itu. ” ini kitabnya Islam,” jelasnya.”yaitu agama yang haq yang dibawa oleh utusan Allah, Muhammad Rasulullah kepada seluruh ummat manusia. Beliau dilahirkan nun jauh disana, melintas lautan dan beberapa negara. Dipadang pasiur yang jauh, yang disebut kota Mekkah, di tengah ummat yang tadinya terbelakang dan bodoh, yang kemudian mendapat hidayah dari Allah menjadi ummat tauhid, dikaruniai Allah persatuan yang kokoh, ilmu pengetahuan yang cemerlang, peradaban yang yinggi, mereka berhasil keluar membuka pintu negara-negara di Timur dan Barat. Dan sampailah mereka ke negeri ini, negeri spanyol yang rajanya dhalim, pemerintahannya kejam sedang rakyatnya teraniaya dan miskin , dalam kebodohan dan kemunduran. Akhirnya raja yang dhalim itu terbunuh dan runtuhlah pemerintahan yang kejam itu. Setelah islam berkuasa di spanyol , menyebar luaslah keadilan sosial, derajat dan martabat rakyatnya terangkat,. Negara pun menjadi kuat. Islam menetap disini 800 tahun lamanya. Selama itu negeri ini menjadi negeri yang paling unggul dan paling megah didunia, dan kami ini wahai anakku adalah kaum muslimin yang tersisa dan bersembunyi disini.” mendengar uraian ayahku yang brsemangat itu , aku ternganga takjub bercampur takut dan juga benci. Aku mencoba hencak bertaeriak :”apa ayah, kitab kaum muslimin?”. ayah segera menutup mulutku sambil berseloroh:”benar wahai anakku. Rahasia ini lah yang kubungkus rapat bertahun-tahun, untuk kubuka kepadamu apabila engkau sudah menginjak dewasa. Sesungguhnya kitalah pemilik negeri ini. Kitalah yang membangun semua gedung dan bangunan yang kini beralih menjadi milik lawan kita. Kitalah yang mendirikan menara-menata untuk mengumandangkan adzan, dan kini telah diganti dengan suara lonceng gereja. Masjid-masjid yang kita bangun sebagai tempat ibadah sholat yang dipimpibn oleh para imam yang membacakan kalam ilahi sekarang diubah menjadi gereja yang dipimpin oleh para yang membaca injil. Wahai anakku, kita kaum muslimin telah meletakkan pada setiap sudut negeri spanyol ini kenangan indah yang mengesankan. setiap jengkal tanahnya pernah dilalui para mujahidin dan syuhada kita. Kitalah yang membangun semua kota semua jembatan, dan kita pula yang membuka jalan2 raya dan semua sarana jalan dinegeri ini. Kita pula yang membenahi semua irigasi pertanian, menanam dan mengatur segala tanaman dan taman-tamannya . dengarkan baik2 anakku. Sejak 40 tahun lalu raja kita Abu Abdillah yang kasihan itu telah tertipu racun janji muluk dari raja Spanyol. Raja Abu Abdillah sebagai raja terakhir kaum uslimindi negeri ini tertipu menuyerahkan kunci lota Granada dengan perjanjian, bahwa raja yang sekarang ini akan memberi kebebasan kepada ummat islam melakukan ibafdahnya, serta menjaga segala pusaka dan kuburan nenek moyang mereka. Raja Abu Abdillah mengasingkan diri ke Maroko dan wafat disana. Mereka ini telah menjanjikan kita kemerdekaan beragama, keadilan dan kebebasan. Akan tetapi setelah mereka berkasa, mereka injak2 semua perjanjian bersama itu. Mereka mendirikan inkwisisi untuk memaksa kita memeluk agama kristen, melarang penggunaan bahasa kita, dan mengkristenkan semua anak keturunan kita dengan paksa.
Itulah sebabnya kita melakukan ibadah dengan sembunyi, membuat kita sedih karena penginaan mereka terhadap agama kita dan memurtadkan anak cucu kita. Empat puluh tahun lamanya kita tersayat sayat siksaan yang berat, sambil menantikan hari kebebasan dari Allah . kita tidak berputus asa, karena hal itu dilarang oleh agama kita, sebagai agama yang didasari kekuatan, kesabaran dan perjuagan., rahasia inilah wahai anakku yang harus kau simpan. Ketahuilah, nasib ayahmu  terletak di mulutmu. . jangan engkau menyangka aku takut mati. Atau benci bertemu tuhanku. Tetapi aku ingin diberi kesempatan hidup. Sampai batas menyelesaikan tugasku.. mendidik engkau tentang bahasa dan agamamu, demi menyelamatkan engkau dari kekufuran. Sampai sekian dulu anakku, dan pergilah tidur.”
Sejak saat itu, setiap aku melihat gedung Alhambra dan menara2 kota Granada, mataku terbelalak, tubuhku gemetar dan darahku mendidih. Lahir kerinduan dan kesedihan, benci bercampur cinta. Benci, karena semua itu sudah dikuasai oleh lawan agamaku. Cinta, karena semua itu dirintis, dibangun dan diukir oleh pejuang2 yang telah meninggalkan negeri ini. Semua itu menggoncang goncang nafsuku. Terkadang tanpa ku sadari aku sudah dihadapan gedung Al hambra, sambil mencemooh dan bergumam:”wahai Alhambra, kini kasih sayang ku telah sirna. Lupakah engkau kepada mereka yang membangun dan memperindah engkau?? Begitu juga kepada kawan seperjuanganmu yang rela memperjuangkan hidupnya, mengucurkan darah dan air matanya,?? masa bodokah engkau terhadap masa jaya dan kecintaan mereka kepadamu?? Sudah lupakah engkau terhadap manusia2 mulia yang berkeliaran di pelataranmu, suka bersandar ditiang2 bangunanmu dan menyayangi engkau?? Engkau dijadikan lambang kejayaan, kebanggaan dan keindahan. Mereka adalah tokoh2 terhormat, yang tiap ucapannya didengar oleh dunia, dan tiap jasanya disambut hangat sepanjang masa. Sudah jinakkah engkau kepada petualang2 jahanam itu?? Setelah sirna gema suara adzan, sudah relakah engkau mendengar suara lonceng dan dipeluk ole para rahib yang menggantikan para imam??” setelah aku puas mencaci maki , Alhambra  yang terkutuk itu, sadarlah aku, jangan2 gumamku itu terdengar mata2 inkuwisisi. Aku cepat2 pulang untuk menghafal bahasa arab yang diajarkan ayahku.aku sudah diajar menulis bahasa arab. Dan ayahku menandaskan, bahwa tulisan ini adalah milik ummat islam. Setelah itu diajarkan aku mengenal islam, cara berwudhu dan aku mulai ikut sholat dibelakang ayah dikamarnya yang sunyi senyap0 itu. Bagaimanapu n rahasia ituku simpaan rapat2 akhirnya terbongkar juga. Ibu ku suka menguji aku:”diajari apa engkau oleh ayahmu??”.”aku tidak diajar apa2, ”jawabku. ”aku mendengar engkau dididik sesuatu. Jangan engkau merahasiakan itu kepadaku, ”desak ibuku.”sungguh, ayah tidak mengajar apa2,”jawabku bohong. Akhirnya ibuku mengetahui juga.
Setelah aku menguasai bahasa arab se cukupnya, memahami alquran dan dasar2 kaidah islam,. Maka ayah memperkenalkan aku dengn salah seorang sahabatnya seperjuangan. Kita bertiga sering mendirikan sholat bersama-sama . dan mengkaji alquran. Sementara itu. Diluar dinding2 rumah tindakan algojo inkwisisi bertambah ganas terhadap sisa umat islam dinegeri itu. Hampir setiap hari kita menyaksikan minimal tiga puluh orang banyaknya yang disalib, dibakar hidup2 secara demonstratif ditempat2 terbuka. Jumalahya menanjak sampai ratusan orang. Yang dianiaya dengan kejam, dicabut kukunya hidup2 adapula yang dijejeli air lumpur sampi mati. Adapula yang dibakar kakinya , perutnya jari2 tangannya dipotong2, kemudian dibakar dan dimasukan ke mulut.ada juga yang dicemeti  sampai babak belur badananya, kemudian dikompres dengan air asam garam. Kekejaman yag memuncak, dan peristiwa itu berjalan sangat panjang.. pada suatu hsri ayahku berpesan:
”wahai anakku , aku merasa bahwa ajalku sudah semakin dekat. Aku rela mati syahid di tangan mereka, dan semoga allah mengganjarku dengna jannahnya. Dengan demikian aku meninggalkan dunia ini sebagai pemenang. Aku bersyukur, bahwa bebanku yang berat melepaskan engkau dari kekufuran telah berhasil dengan baik.tongkat estafet itu sekarang telah berada di tanganmu. Kalau aku tertimpamusibah, maka taatilah pamanmua ini. Jangan membantah sedikitpun, ikuti dia kemana saja.”
Beberapa hari telah berlalau sejak ayah menyampaikan pesannya itu. Pada suatu malam paman, kawan ayahku itu datang., menjemputku untuk melarikan diri kenegeri Maroko.aku bertanya kepadanya:”bagaiman ayah dan ibuku?” paman bahkan menghardik keras:”bukankah ayahmu sudah berpesan, supaya engkau mentaati segala perintahku, ?” aku bungkam dan tak berkutik dan mengikutinya. Sesampai ditempat uyang aman, ia menepuk pundakku dengan penuh kasih sayang dan berkata:” tabahkan hatimu, wahai anak sahabatku. Kedua orang tuamu telah tercatat sebagai mukminin syuhada dihadapan Allah, meski pun harus lewat pintu gerbang inkwisisi,”
Beberapa puluh tahun kemudian, anak seorang mujahid yang dilarikan kemaroko itu tumbuh dan dibesarkan di Maroko. Menjadi seorang ulama Besar dan pengarang tenar bernama ”SIDI MUHAMMAD bin ABDURRAFI ` AL ANDALUSI”..
dikutip dari buku “dendam barat dan yahudi terhadap Islam”

dicopas dari http://intansafitria.wordpress.com/2009/08/08/skenario-pembantaian-muslim-di-andalusia/